Thursday, March 31, 2011

Self Learning Preventive Maintenance


 
I.              OIL

1.     Fungsi Oli Pelumas secara Umum
Ø  Sebagai Pelumas
Ø  Sebagai Penyekat
Ø  Sebagai Pendingin
Ø  Sebagai Bantalan
Ø  Sebagai Anti Karat
Ø  Sebagai Pembersih
 
2.     Jenis Oli
Ø  Hydraulic Oil
Ø  Engine Oil
Ø  Gear Oil
Ø  Automatic Transmission Fluid Oil
Ø  Brake Oil

3.     Klasifikasi Oil
Ø  Engine Oil             :     CA, CB, CC, CD, CE, CF / °API, SAE 10 - 50.
Ø  Hydraulic Oil         :     ISO VG - 32  s/d  ISO VG-1500.
Ø  Gear Oil                :     AGMA, GL-I  s/d GL-8A, SAE 60~250.

4.     Standard Kekentalan Hydraulic Oil
Ø  ISO - VG (Internasional Soceity of Organization Viscosity Grade).

5.     Standard Kekentalan Engine Oil
Ø  SAE (Soceity of Automatic Engineering).

6.     Multi Grade Oil :
Ø  Oli yang mempunyai sifat kekentalannya dapat menyesuaikan dengan perubahan temperatur.
Ø  Contoh         :     SAE 20W-50.
Ø  Artinya          :     Untuk ambient temperatur 20°C, oli tersebut mempunyai kekentalan SAE 20W, tapi pada temperatur 100°C, oli tersebut akan mempunyai kekentalan SAE 50.

7.     Pengertian Kontaminasi & Deteriorasi
Ø  Kontaminasi       :  Peristiwa rusaknya oli karena pengaruh  dari luar system.
Ø  Deteriorasi          :  Peristiwa rusaknya oli karena pengaruh dari dalam  system.

8.     Penyebab Kontaminasi
Ø  Debu
Ø  Kotoran
Ø  Air
Ø  dan sebagainya

9.     Penyebab Deteriorasi
Ø  Karena proses pembakaran 
Ø  Beroperasi pada tempat tinggi
Ø  Reaksi kimia cepat.


10.  Aplikasi Oli Terhadap Pengaruh Temperatur
Contoh   : 
Untuk Engine Oil Pan : Ambient temperatur dibawah 10°C s/d 10°C, gunakan SAE 10W.
Ambient temperatur 0° s/d 30°C, gunakan SAE 30.
Apabila  memakai   multi  grade  oil ,  dari   kedua contoh ambient temperatur tersebut, maka harus memakai Oli  SAE 10W-30.
Untuk lebih detail : baca OMM (Operation and Maintenance Manual).

11.  Pengertian Oxidasi & Demulsibility
Ø  Oksidasi adalah suatu peristiwa kimia sebagai berikut :
Oli + O2 ® CO2 + H2O
­
panas >50°C.
Ø  Demulsibility adalah : Kemampuan oli untuk memisahkan  dirinya terhadap air.

12.  Arti Viscosity Index
Ø  Adalah suatu angka yang menunjukkan ketahanan (kestabilan kekentalan) oli terhadap perubahan temperatur. Angka viscositas index ini bervariasi sebagai berikut  :
Ø  Viscositas Index (VI)         :           01 s/d 29   ®        Rendah
30 s/d 79              ®       Sedang
80 s/d 100            ®       Tinggi
100 –up                ®       Sangat Baik.
Ø  Disarankan untuk standard industri angka VI berkisar antara 90 - 100.

13.  Mengapa oli harus diganti ?
Sebab, setelah oli dipakai akan mengalami kerusakan (perubahan kekentalan) akibat adanya :
Ø  Oxidasi (tidak dapat dihindari).
Ø  Timbulnya Kontaminasi & Deteriorasi.
Ø  Angka TBN-nya turun.

14.  Cara Penanganan Oli
Ø  Cara Penyimpanan  : Oli  harus  terlindung/ tertutup terhadap sinar matahari dan hujan.
Ø  Cara Pengisian        :  Jangan membiarkan pipa  isap  pump (oil pump) menyentuh dasar drum pada saat mengisi dan pipa outlet harus betul-betul bersih. Pipa & pompa oli harus selalu bersih (kalau bisa jangan di campur  dengan pompa solar).

15.  Pengertian & fungsi additive (additive asli dari oli)
Ø  Pengertian Additive : Adalah zat campuran yang ditambahkan pada Base Oil untuk memper-tinggi ketahanan/kemampuan oli.
Ø  Fungsi Additive ini bermacam-macam seperti :
¨       Tahan terhadap temperatur tinggi
¨       Oilness
¨       Anti busa
¨       dan sebagainya

16.  Arti & Tujuan TBN (Total Base Number)
Definisi         :     Adalah Angka yang menunjukkan banyaknya unsur  kandungan BASA di dalam Oli.
Tujuan          :     Untuk menetralkan ASAM yang timbul didalam oli karena pengaruh kadar sulfur pada fuel.
Reaksinya sebagai berikut :
S + O2 ® SO2
SO2 + H2O ® H2SO4 
H2SO4  adalah merupakan ASAM, dan harus dinetralkan sebab akan menimbulkan proses karat.
Catatan  :     Oli yang telah terpakai angka TBN-nya akan menurun (untuk Indonesia angka minimum yang diizinkan adalah 12).

17.  Pengertian  Synthetic  Oil
Ø  Synthetic oil adalah oli yang menggunakan base oilnya bukan dari CRUIDE OIL (minyak nabati/ hewani) tapi dibuat khusus secara KIMIA, sehingga mempunyai ketahanan & kemampuan yang lebih baik .
Ø  Contoh : Top One, Power -Up, Omega, dan lain-lain.

II.            GREASE

1.     Fungsi Grease (secara umum)
Ø  Sebagai pelumas padat
Ø  Sebagai pelindung karat

2.     Standar kekentalan Grease
Ø  NLGI (National  Lubricating Grease Institute) : 000 s/d 6

3.     Applikasi Grease
Ø  Internal Application
Ø  External Application
Untuk penggunaan lebih lanjut dan benar harus mengacu pada standar grease yang dianjurkan (lihat petunjuk dan saran dari factorynya).

4.     Cara Penanganan Grease
Ø  Simpan di tempat yang terlindung dari panas matahari dan hujan.
Ø  Gunakan grease sesuai spesifikasi yang direkomen.
Ø  Grease drum harus tertutup rapat.
 
III.           FUEL

1.     Jenis Fuel Yang Digunakan Pada DIESEL ENGINE
Ø  Fuel Light Oil, ASTM D975 No. 2.

2.     Pengaruh  kadar  sulphur  pada  fuel  terhadap   jadwal pergantian oli
Ø  Apabila kadar Sulfur berkisar antara 0,5 s/d 1%, maka jadwal pergantian oli adalah setengah dari jadwal regulernya.
Ø  Apabila kadar Sulfur > 1 %, maka jadwal pergantian oli menjadi seper-empat dari jadwal regulernya.

3.     Akibat Fuel Bercampur Kerosin
Ø  Sifat kerosin tidak bisa berfungsi sebagai pelumas, oleh sebab itu faktor gesekan benda-benda yang bersinggungan menjadi lebih besar.
Ø  Kerosin memiliki kadar Sulfur yang sangat tinggi, sehingga bisa mempercepat proses korosi.

4.     Cara Penanganan Fuel
Ø  Penyimpanan harus terlindung dari panas matahari dan hujan.
Ø  Main tank harus dilengkapi dengan water drain cock.
Ø  Kalau di dalam drum, pemasangan pipa isap pompa (saat memompa fuel) harus ± 20 cm dari dasar drum (jangan sampai menyentuh dasar drum).

IV.          WATER

1.     Syarat penggunaan air untuk Radiator adalah :
Ø  Bersih, bening dan pH = 7
Ø  Gunakan City water.

2.     Alat Untuk Mengukur Tingkat Keasaman Air
Ø  pH tester/pH meter
Ø  kertas lakmus

3.     Fungsi Anti Freeze
Ø  Untuk mencegah air menjadi beku saat ambient temperature < 0 °C.
Ø  Anti Freeze yang digunakan adalah  Ethylene Glycol Base.
Ø  Contoh Anti Freeze : AF-ACL atau AF-PTL

4.     Pengertian Radiator Penetran :
Ø  Adalah Suatu zat kimia yang dicampurkan kedalam air radiator untuk mencegah timbulnya karat pada sistim pendingin.
Ø  Syarat yang harus diingat adalah : Untuk pencampuran ini harus diketahui dulu berapa pH air yang dipakai dan jenis dari penetran itu sendiri.

V.            FILTER

1.     Fungsi Dan Klasifikasi Filter
Ø  Fungsi          :  Sebagai penyaring.
Ø  Klasifikasi     : 
¨       Menurut standar ISO : 
a)    Platted Paper Element
b)    Wire Mesh Filter
c)    Metal Edge Filter
¨       Menurut Standar SAE :  
a)    Strainer
b)    Screen
c)    Filter  (fine filter & coarse filter )

2.     Pengertian Filtering Area
Luas bidang Penyaringan sebuah filter

3.     Arti Mesh dan Mikron
Ø  Mesh         :     Jumlah pori-pori persatuan inchi pangkat dua pada sebuah filter.
Ø  Mikron      :     Besarnya diameter pori-pori sebuah filter.

4.     Model Filter
Cartridge dan Element.

5.     Jenis-Jenis Air Filter
Wet Type dan Dry Type.

6.     Penanganan Filter
Ø  Tidak boleh disimpan pada daerah yang lembab
Ø  Tidak boleh penyok dan jatuh
Ø  Harus terbungkus rapi (jangan terbuka packingnya)

VI.          FUNGSI KOMPONEN

1.     Water Separator
Alat untuk memisahkan/mendeteksi  antara air dan fuel.
2.     Dust Indicator
Untuk mengetahui kebuntuan Air Cleaner.
3.     Corrosion Resistor
Untuk mencegah timbulnya karat (berupa larutan kimia magnesium) untuk ph air normal.
4.     Evacuator Valve
Untuk membuang debu pada Air Cleaner Housing  saat engine mati.
5.     Ejector Pipe
Untuk menyedot debu dan kotoran dari Pre-Cleaner secara otomatis  untuk dibuang keatmosfir melalui exhaust pipe saat engine hidup.
6.     Pre-Cleaner
Untuk menyaring debu yang/partikel yang besar-besar. (sebagai penyaring awal).
7.     Jenis Pre-Cleaner
Siklon dan Multi Siklon (komaclone).

VII.         TOOLS

1.     Tachometer
Fungsi                :  Sebagai alat untuk mengukur putaran.
Cara Kerja          :  Lihat Buku Petunjuk dari Factory.
Satuan                : Revolution Per- Minute (RPM)

2.     Compression Test KIT
Fungsi                : Seperangkat alat ukur (KIT), untuk mengukur tekanan kompresi di dalam cylinder.
Cara Kerja          :  Lihat Buku Petunjuk dari Factory.
Satuan                :  Kg/cm²,  PSI

3.     Blow-by Checker
Fungsi                :  Alat untuk mengukur tekanan didalam engine crankcase.
Cara                   :  Lihat Buku Petunjuk dari Factory.
Satuan                :  mmH2O

4.     Temperatur Tester Kit
Fungsi                :  Alat untuk mengukur suhu.
Cara                   :  Lihat Buku Petunjuk.
Satuan                :  °C, °F
 


5.     Handy Smoke Checker
Fungsi                :  Alat untuk mengukur warna exhaust gas.
Cara                   :  lihat buku petunjuk
Satuan                :  persentase warna, konversi ke bosch index.

6.     Pressure Gauge
Fungsi                :  Alat untuk mengukur tekanan
Cara                   :  lihat buku petunjuk.
Satuan                :  Kg/cm², Bar, PSI.
 
7.     Radiator Cap Tester
Fungsi                :  Alat untuk mengukur tekanan didalam radiator. Alat untuk mendeteksi kebocoran cooling system
Cara                   :  lihat buku petunjuk
Satuan                :  Kg/cm², Bar.

8.     Anemometer.
Fungsi                :  Untuk mengukur kecepatan angin. Untuk mendeteksi kebuntuan Fin Radiator.
Cara                   :  lihat buku petunjuk
Satuan                :  M / sec.

9.     Dial Gauge
Fungsi                :  Sebagai alat untuk mengukur panjang, dalam dsb
Cara                   :  Sesuai kebutuhan,
Satuan                :  mm, Inch.

10.  Thermometer / Thermistor
Fungsi                :  Alat untuk mengukur suhu
Cara                   :  lihat buku petunjuk
Satuan                :  °C, °F.

11.  Jangka Sorong / Mistar
Fungsi                :  Sebagai alat ukur panjang lebar dsb.
Cara                   :  lihat buku petunjuk
Satuan                :  mm, cm, m.

12.  Convex Scale
Fungsi                :  Sebagai alat ukur jarak / panjang.
Cara                   :  lihat buku petunjuk
Satuan                :  cm, m.

13.  Hydro Tester

Fungsi                :  Untuk mengukur berat jenis Electrolyte (air batere).

Cara                   :  lihat buku petunjuk
Satuan                :  -

14.  Flow Meter
Fungsi                :  Alat untuk mengukur jumlah aliran (flow)
Cara                   :  lihat buku petunjuk
Satuan                :  m3 / det, cm3 / det.

15.  Multi Tester
Fungsi                :  Alat untuk mengukur Arus, tegangan dan tahanan.
Cara                   :  lihat buku petunjuk
Satuan                :  Arus    ® Ampere

Tegangan ® Volt

Tahanan ® ohm.       

16.  Shift Checker & Modulating Checker
Fungsi                :  Untuk memeriksa kondisi transmission shift, lock up clutch transmission input/out put shaft speed.
Cara                   :  lihat buku petunjuk
Satuan                :  Signal lamp., Rpm, Aur.

17.  Wiring Harness
Fungsi                :  Alat untuk membantu mempermudah pengukuran tegangan, tahanan.
Cara                   :  lihat buku petunjuk
Satuan                :  -

18.  Push Pull Scale
Fungsi                :  Alat /tool yang digunakan untuk mengukur besarnya operating force.
Cara                   :  lihat buku petunjuk
Satuan                :  -

19.  Setting Shaft dan Setting Sleeve
Fungsi                :  Tool yang digunakan  untuk mengadjust ketinggian release lever pada main clutch.
Cara                   :  lihat buku petunjuk
Satuan                :  -

20.  Air Leak Tester
Fungsi                :  Alat untuk mengukur kebocoran udara.
Cara                   :  Lihat buku petunjuk.
Satuan                :  Kg / cm².

21.  Wear Gauge Kit
Fungsi                :  Alat untuk mengukur tingkat keausan komponen under carriage.
Cara                   :  Lihat buku petunjuk.
Satuan                :  mm; cm; m.

22.  Harness Checker / Checker Ass’y / System Checker
Fungsi                :  Alat untuk mengukur engine rotating speed, pump discharge pressure;  TVC  command current & throttle command voltage.
Cara                   :  Lihat buku petunjuk.
Satuan                :  Rpm; Kg / cm²; mA; Volt.

VIII.        TECHNICAL TERM
1.     Engine low idle
Adalah putaran engine terendah tanpa beban.
2.     Engine High Idle
Adalah Putaran Engine tertinggi tanpa beban.

3.     Rated Speed
Adalah Putaran Engine pada horse power maximum.
4.     Stall - speed
Adalah Putaran engine ketika torque converter stall.
5.     Hydraulic Stall Speed
adalah Putaran Engine ketika hydraulic system dalam keadaan relief.
6.     Full Stall Speed
Adalah putaran engine pada saat Torque  Converter stall dan hydraulic system relief secara bersamaan.
7.     Modulating Time
Adalah waktu untuk menaikkan tekanan oli secara bertahap.
8.     Compression Pressure
Adalah tekanan udara yang dihasilkan pada langkah kompresi di dalam cylinder
9.     Blow By Pressure
Adalah tekanan udara / gas yang diizinkan di dalam crank case yang disebab-kan : 
·         Kebocoran ring piston engine / liner.
·         Kebocoran seal pada sisi turbin didalam turbo charge.
·         Kebocoran Ring Piston pada compressor udara / liner
10.  Engine Hunting
Adalah keadaan putaran engine yang tidak stabil.
11.  Turbo Charger Play
Adalah Gerakan Axial / Radial dari Rotor.
12.  Boost Pressure.
Adalah tekanan udara pada intake manifold untuk engine yang dilengkapi turbo charger.
13.  Hydraulic Drift.
Adalah Penurunan Attachment yang diizinkan disebabkan karena kebocoran pada hydraulic system, ketika control lever posisi netral.
14.  Internal Leakage of pump.
Adalah kebocoran di dalam pump yang menyebabkan flow rate pump turun / effeciency rendah.
15.  Relief Pressure.
Adalah tekanan oli maximum di dalam hydraulic system, pada saat operasi.
16.  Safety Pressure.
Adalah tekanan oil maximum di dalam hydraulic system pada saat lever Control Valve dalam posisi netral yang diakibatkan adanya gaya dari luar pada actuator

DUMP TRUCK PRODUCT

17.  Brake Cooling System.
Adalah system pendinginan pada rear brake, ketika retarder dioperasikan.
18.  Brake Cooling Valve.
Adalah berfungsi untuk mendrain oli pada oil brake cooling system ketika tidak dioperasikan dan mengarahkan aliran oli serta membatasi tekanan oli maximum ke rear brake pada saat retarder dioperasikan.

NISSAN PRODUCT

19.  Direct Drive Transmission.
Adalah transmisi dengan gear ratio pada speed tertinggi sama dengan satu, dimana kecepatan putaran engine dan putaran propeller shaft sama.

20.  Over Drive Transmission
Adalah transmisi dengan gear ratio pada speed tertinggi kurang dari satu dimana kecepatan putar propeller shaft lebih besar dari kecepatan putar engine.
21.  King Pin Inclination.
Adalah sudut antara garis tengah King Pin dengan garis vertical dari ground.
22.  Toe-In
Adalah selisih jarak antara roda depan bagian dalam dengan roda depan bagian  belakang.
23.  Clutch Outer Lever
Adalah jarak antara Outer Release Lever dengan ujung Flywheel Housing.
24.  Caster
Adalah besar sudut antara King Pin dengan garis vertical, jika dilihat dari sisi kendaraan.
25.  Camber
Adalah sudut kemiringan roda dengan garis vertical dari ground.
26.  Pre-Load
Adalah beban awal/axial yang sengaja diberikan pada saat pemasangan Tapper Rolling Bearing  dengan tujuan untuk mendapatkan bearing clearance.

TIMBERJACK

27.  Input Test
Adalah pengetesan yang dilakukan untuk mengetahui fungsi kerja dari EGS Control System; dimana pada display akan menunjukkan kode N; F: FU;FD; R: RU: RD: P dan C apabila kondisi EGS dlm keadaan normal.
28.  MPH-Test
Adalah pengetesan EGS yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kecepatan unit.
29.  Configuration Test
Adalah  pengetesan yang bertujuan untuk mengetahui Standard Attachment yang dimiliki oleh unit.
30.  Back Lash
Adalah jarak bebas/clearance antara roda gigi yang bersinggungan/berpasangan.
31.  Tooth Contact
Adalah luasan permukaan bidang kontak antara roda gigi yang berpasangan.
32.  Speed Sensor Test
Adalah pengetesan EGS yang bertujuan untuk mengetahui RPM output Torque Converter  (turbin shaft).

33.  Posisi Control Lever EGS untuk melakukan pengetesan adalah sebagai berikut:











34.  Cara Pengetesan                                                     
Ø  Posisikan Control lever EGS wseperti gambar diatas sesuai dengan pengetesan apa yang akan dilakukan.
Ø  ON-Kan starting switch, tunggu beberapa saat  sampai control display menunjukkan kode pengetesan yang dilakukan.
Ø  Khusus untuk Sensor Test dan MPH Test unit harus dijalankan.


EXCAVATOR

35.  Travel Deviation
Adanya gerak menyimpang pada saat unit jalan lurus (Travel lever RH dan LH di operasikan full) & dengan posisi attachement tertentu.
36.  HIC (Hydraulic Idler Cushion) adalah
Sistem penegang track & peredam track ass’y (dengan sistem hidrolik + accumulator) pada saat front idler mendapat benturan dari luar.
37.  Track Gauge
Adalah jarak antara titik tengah track shoe kiri dan titik tengah track shoe kanan.

DUMP TRUCK

38.  Lock up clutch pressure
Adalah tekanan yang diperlukan untuk meng-engage-kan lock up.
39.  Front brake cut OFF
Adalah valve yang berfungsi untuk memutus aliran udara dari brake valve ke relay valve; sehingga saat front brake switch diposisikan “OFF” maka front brake tidak berfungsi (released).
40.  Brake Cooling Valve (BCV)
Adalah brake valve yang berfungsi untuk membebaskan oil cooling brake saat retarder tidak difungsikan guna mengurangi kerugian tenaga saat travelling.
41.  Brake Cooling System
Adalah sistem pendinginan brake (tipe disc & plate) dengan oil.


IX.          TROUBLE  ANALYSIS

1.     Blow-By Pressure Terlalu Tinggi :
Terjadi keausan pada Ring Piston & Liner
Sebabnya :
·         Interval Penggantian oil terlalu lambat.
·         Incomplet Combustion
·         Pori-pori Air Cleaner membesar, karena jaring
·         diganti atau penyemprotan dengan tidak tinggi
·         Engine Breather buntu
·         Valve, valve seat valve stem, keausan berlebihan.
·         Turbo charger, sisi turbin bocor.

2.     Exhaust Temperature Terlalu tinggi
·         Pada dasarnya : Air excess ratio menjadi rendah, disebabkan oleh :
·         Air cleaner buntu
·         Valve clearance membesar
·         Turbocharger tidak berfungsi.
·         Timing tidak tepat
·         Quantity fuel membesar (jumlah fuel yang diinjeksikan)

3.     Exhaust Temperature Terlalu Rendah … disebabkan oleh :
·         Valve clearance terlalu kecil
·         Timing tidak tepat
·         Quantity fuel kecil                     
·         Engine Low Power, karena Fuel filter / strainer buntu.         

4.     Boost Pressure Terlalu Rendah
Catatan : Air Cleaner Good Condition
·         Penyebabnya turbo tidak berfungsi
·         Terjadi kebocoran / udara dari sisi exhaust / intake manifold

5.     Stall Speed Terlalu Rendah, penyebabnya :
·         Engine low power
·         Scavenging pump tidak berfungsi.
·         Strainer T/C buntu.

6.     Stall Speed Terlalu Tinggi
Pada dasarnya Oli didalam T/C kurang, disebabkan :
·         Oli kurang
·         Setting Relief valve terlalu rendah
·         Setting Regulator system terlalu rendah
·         Transmission Pump tidak berfungsi.
·         Strainer buntu.

7.     Pump Flow - Rate Rendah
·         Internal Leakage telah membesar
·         Strainer buntu

8.     Steering wheel play terlalu besar
·         Adjustment pada gear box tidak benar
·         Terjadi ke ausan pada worm gear.
·         Terjadi keausan pada rod-end nya.

9.     Braking Effect Distance terlalu besar, disebabkan :
·         Air pressure rendah ® untuk WA 350 - Up
·         Setting Relief pada brake rendah.
·         Terjadi keausan pada Disc brake / pad.
·         Master brake tidak berfungsi.
·         Brake pedal play terlalu besar.

10.  Modulating Time terlalu besar, disebabkan :
·         Disc-plate mengalami keausan sehingga (strokenya besar)
·         Flow pump kurang
·         Oli kotor
·         Transmssion Strainer buntu.

11.  Boom Drift besar (hyd. Dift.), disebabkan :
Terjadi Kebocoran pada piston rod & control valve

12.  Engine Hunting
Pada dasarnya fuel kemasukan udara, karena
·         Filter kendor, dan
·         Cari sebab-sebab lain yang berhubungan dengan udara.

13.  Engine Overheat disebabkan oleh :
·         Air kurang
·         Belt kendor
·         Radiator Fin / core buntu
·         Radiator pressure rendah (radiator cap bocor)
·         Thermostat Jammed tertutup
·         Water pump rusak.

14.  Charging system tidak berfungsi, disebabkan :
·         V-Belt kendor
·         Fuse putus
·         Specific Gravity Battery Electrolyte terlalu rendah.
·         Alternator tidak berfungsi
·         Regulator tidak berfungsi, dan
·         Lihat Wiring Diagram.

15.  Torque Converter Over heat disebabkan :
·         Oli pada case transmission banyak
·         Operasi selalu Over Lead.
·         Sama dengan stall speed tinggi.

16.  Transmission Slip, disebabkan :
·         Transmission oil pressure drop.
·         Clutch pack aus / bocor.
·         Main relief valve spring lemah (WA).
·         Oli kotor.
·         Masuk angin / udara dalam system.

17.  Steering terasa berat
·         Masuk angin / udara dalam system.
·         Strainer buntu.
·         Linkage adjustment tidak benar.
·         Flow Pump kurang.
·         Demand valve tidak berfungsi (WA).

18.  Parking brake tidak mau release
·         Piston bocor pada chamber (WA)
·         Air Pressure drop.
·         Air valve tidak berfungsi.

19.  Gerakan Work Equipment Lambat
·         Terjadi kebocoran flow
·         Linkage (keausan pada ball joint,  dan lain-lain).

20.  Transmission Cut-Off tidak bekerja
·         Electrical switch tidak berfungsi.
·         Solenoid valve tidak bekerja.

DUMP TRUCK

21.  ECMV  Pressure Tidak Tercapai
Penyebabnya adalah :
·         Transmission oil pressure drop
·         Piston mengalami keausan/bocor.
·         Oil kotor.
·         Masuk angin/udatra kedalam sistem
·         Controller rusak
·         ECMV-nya sendiri rusak

22.  Lock-Up Clutch Pressure Terlalu Rendah
Penyebabnya adalah :
·         Transmission oil pressure drop.
·         Transmission oil pump rusak.
·         Piston bocor/aus.
·         Oil kotor.
·         Masuk angin/udara ke dalam sistem.
·         Controller rusak.
·         Lock-Up Valve rusak.
·         Lock-Up Solenoid rusak.

23.  Retarder Brake Tidak Berfungsi
Penyebabnya adalah :
·         Tekanan udara kurang.
·         Retarder Brake Valve rusak.
·         Double Check Valve rusak.
·         Reducing Valve rusak

24.  Braking Effect Terlalu Jauh
Penyebabnya adalah :
·         Tekanan udara berkurang.
·         Brake Valve rusak.
·         Double Check Valve rusak.
·         Relay Valve rusak
·         Brake Chamber rusak.
·         Piston bocor.

25.  Torque Converter Lock-Up Clutch Tidak Bekerja
Penyebabnya adalah :
·         Speed Sensor tidak bekerja.
·         Controller tidak berfungsi.
·         Lock-up clutch pressure terlalu rendah.

26.  Torque Converter Low Eficiency
Penyebabnya adalah :
·         Torque Converter Relief Valve setting terlalu rendah.
·         Oil Flow yang masuk ke Torque Converter kurang.
·         Internal Leakage pada Torque Converter terlalu besar.

NISSAN PRODUCT.

27.  Engine Knocking
Penyebabnya adalah :
·         Incorrect Injection Timing (terlalu cepat / lambat
·         Fuel Injection tidak baik (tidak mengabut, setting pressure rendah, nozzle spring putus)

28.  Clutch Slips
Penyebabnya adalah  :
·         Clucth Lever play tidak normal
·         Tidak ada play pada clutch pedal
·         Pressure spring lemah
·         Clutch-disc, flywheel/pressure plate   
·         Kemasukan air

29.  Clutch Lever tidak ada play-nya :
·         clutch master cylinder di-set terlalu panjang
·         clutch -disc telah mengalami keausan.
·         push-rod pada clutch booster di-set terlalu  panjang.
·         clutch cylinder return port tersumbat buntu.

30.  Unit Bergetar Saat Clutch Engage
Penyebabnya adalah :
·         Rivet pada clutch-disc terlepas
·         b. Diapraghma Spring patah/putus.
·         Pressure Spring patah/putus
·         Damper Spring putus/patah.

31.  Propeller Shaft Bergetar
Penyebabnya adalah :
·         Propeller Shaft dan Spline Yoke tidak lurus.
·         Propeller Shaft twist/bending
·         U-Joint Journal/Needle Roller Bearing aus.
·         Pemasangan Propeller Shaft kendor.
·         Propeller Shaft tidak balance.
·         Center Bearing patah/aus.

32.  Clutch Pedal Terasa Berat
Penyebabnya adalah :
·         Clutch booster rusak atau air cleaner buntu
·         Bushing   Release   Shaft  jammed  atau   pelumasannya  kurang.
·         Release Bearing Collar bending.
·         Release Lever Bushing kurang pelumasan.

33.  Gear Shifting Terasa Berat,
Penyebabnya adalah :
·         Control linkage
·         Adjustment control linkage tidak benar.
·         Control linkage journal kendor.
·         Control linkage bengkok
·         Transmisi
·         Bearing rusak/aus
·         Syncrhomesh mechanism tidak berfungsi.
·         Gear shaft rusak/aus.
·         Shifter shaft rusak

X.            Transmisi Netral Sendiri
1.     Penyebabnya adalah :
XI.          Control Linkage
XII.         poor condition
XIII.        shift lever bergerak karena unit bergerak.
XIV.       Transmission
XV.        locking ball aus/ball groove aus pada shifter shaft.
XVI.       locking spring patah/putus.




XVII.      Steering Terasa Berat,
1.     Penyebabnya adalah :
XVIII.    Low hydraulic pressure
XIX.       Pelumasan pada Steering Gear kurang
XX.        Kemasukan udara pada sistem
XXI.       Spool Valve tidak berfungsi
XXII.      Power Piston O-Ring atau Seal Ring mengalami keausan ataupun rusak.
XXIII.    Power Cylinder dan Piston aus/rusak.

XXIV.    Brake Spring Tidak Mau Release
1.     Penyebabnya adalah :
XXV.     Terjadi kebocoran udara pada piping
XXVI.    Tekanan udara kurang dari standardnya.
XXVII.  Piston pada Spring Brake Chamber aus/rusak.
XXVIII. Seal pada piston  Spring Brake Chamber rusak
XXIX.    Terjadi kebocoran udara pada Relay Valve.     

XXX.     Braking Effect Distance Terlalu Jauh
1.     Penyebabnya  adalah :
XXXI.    Brake Valve stroke terlalu kecil.
XXXII.  Camshaft tidak berfungsi.
XXXIII. Push Rod pada Brake Chamber di-adjust terlalu pendek.
XXXIV.Gerakan Relay Valve lambat/rusak.
XXXV.  Brake Shoe Clearance terlalu besar.

XXXVI.Pada TIMBERJACK


XXXVII.               Winch Slips
1.     Penyebabnya adalah :
XXXVIII.              Setting oil pressure terlalu rendah.
XXXIX.Seal pada piston Winch bocor.

XL.         Differential Lock Tidak Mau Engage
XLI.       Seal piston bocor
XLII.      Piston jammed SKD 450C
XLIII.     Oil Pressure drop.

XLIV.    Gas Buang Berwarna Hitam,
1.     Penyebabnyaadalah :
XLV.     Air Cleaner buntu.
XLVI.    Bolt Intake manifold kendor.
XLVII.   Pengabutan nozzle jelek.
XLVIII. Compression pressure rendah.




XLIX.    Transmission Overheat
1.     Penyebabnya adalah : 
L.            Jumlah oli kurang
LI.           Oil Filter buntu                  
LII.         Oil Cooler buntu                
LIII.        Salah peng-operasian
LIV.       Engine overheat
LV.         De-Clutch tidak berfungsi
LVI.       Transmission Clutch aus.
LVII.      Tekanan oli terlalu rendah

LVIII.     Gear Shifting Berlangsung Lambat
1.     Penyebabnya adalah :
LIX.       Control Lever EGS diposisikan maju/mundur sebelum Controller bekerja
LX.         Kecepatan unit terlalu tinggi
LXI.       Tekanan oli terlalu rendah.

LXII.      Lampu Hijau EGS “S” Menyala Pada Saat Unit Bekerja
1.     Penyebabnya adalah :
LXIII.     Speed Signal terjadi gangguan.

LXIV.    Lampu Orange EGS “T” Berkedip Cepat
1.     Penyebabnya adalah :
LXV.     Terjadi short circuit ke ground

LXVI.    Service Brake Tidak Mau Release
1.     Penyebabnya adalah :
LXVII.   Back Pressure pada brake circuit terlalu tinggi.
LXVIII. Piston pada wheel brake end atau disc jammed.

LXIX.    Steering Terasa Lambat / Berat
1.     Penyebabnya adalah :
LXX.     Priority Valve tidak berfungsi.
LXXI.    Sistem kemasukan udara.
LXXII.   Output pressure of pump terlalu rendah.

LXXIII. Pada MOTOR GRADER


LXXIV. Direct Drive System
LXXV.  Main Clutch Slip :
LXXVI. Engage spring lemah.
LXXVII.               Stelan/adjustment plate kurang rapat.
LXXVIII.              Keausan plate & disk berlebihan.
LXXIX. Disk rusak.
LXXX.  Main clutch lever operating force terlalu ringan :
LXXXI. Spring lemah.
LXXXII.               Lingkage dari pedal sampai clutch ada yang patah.
LXXXIII.              Transmisi Gear susah masuk
LXXXIV.             Control linkage.
LXXXV.               Penyetelan/tidak tepat.
LXXXVI.             Deformasi / bengkok.
LXXXVII.            Transmisi.
LXXXVIII.           Keausan atau kerusakan pada bearing.
LXXXIX.             Keausan atau kerusakan pada gear shaft
XC.        Kerusakan pada shifting fork shaft.
XCI.       Lainnya.
XCII.     Clutch tidak bisa engage dengan sempurna.
XCIII.    Inersia brake tidak bekerja dengan sempurna.
XCIV.   Oli pelumas yang digunakan terlalu kental.
XCV.     Transmisi netral dengan sendirinya
XCVI.   Control Linkage.
XCVII.  Kondisi kontrol linkage sudah rusak.
XCVIII. Shift lever bisa bergerak oleh gerakan/goncangan unit.
XCIX.   Transmisi
C.           Shifter aus atau mengalami perubahan bentuk.
CI.          Keausan pada interlock device.
CII.         Spring pada interlock defice sudah lemah atau patah
CIII.       Transmisi  slip :
CIV.       Backlash antara gear terlalu besar.
CV.        End play terlalu besar.
CVI.       Spline pada hub aus atau ujung hub sudah aus.
CVII.     Main shaft bearing sudah aus.

CVIII.    Parking Brake Tidak Mau Release.
CIX.       Penyetelan tidak tepat.
CX.        Cable macet.
CXI.       Lever tidak bisa digerakkan dari posisi engage ke disengage.

CXII.     Hydraulic Drift Besar :
CXIII.    Kebocoran pada silinder hidrolik.
CXIV.   Kebocoran pada control valve.
CXV.     Kebocoran pada hose-hose.

CXVI.   Terjadi  Keausan  Yang  Berlebihan  Pada Front Wheel
CXVII.  Penyetelan toe-in diluar standart.

CXVIII. Front  Wheel  Bergetar  ( Sway )  Ketika Berjalan
CXIX.   Penyetelan toe-in diluar standart.
CXX.     Tekanan pada masing-masing ban depan tidak sama.
CXXI.   Kontak ball nut jelek.
CXXII.  Pemasangan roda tidak benar.
CXXIII. Pemasangan front wheel bearing nut kendor.

CXXIV.                Pada EXCAVATOR


CXXV. Work Equipment Low Power disebabkan  oleh :
1.     Catatan : Engine Good Condition.
CXXVI.                Flow rate pump rendah (internal leakage pada pump besar).
CXXVII.               Internal leakage pada control valve besar.
CXXVIII.             Internal leakage pada Actuator besar.
CXXIX.                Setting tekanan main relief valve rendah.
CXXX. Oil Hidrolik kurang.

CXXXI.                Terjadi Abnormal Noise pada Hydraulic Pump disebab-kan Oleh :
CXXXII.               Oil hidrolik kurang.
CXXXIII.             Strainer untuk saluran suction buntu.
CXXXIV.             Jarak antara rocker cam dan shoe retainer besar.

CXXXV.              Hydraulic Oil Over Heating disebabkan Oleh :
CXXXVI.             Salah pemakaian oil.
CXXXVII.           Hydrolic oil cooler buntu.
CXXXVIII.          Setting Main Relief Valve terlalu tinggi.

CXXXIX.             Travel Deviation Out Of Standart disebabkan Oleh :
CXL.     Ketegangan track kanan & kiri tidak sama.
CXLI.    Internal leakage Travel Motor kiri & kanan tidak sama.
CXLII.  Kebocoran pada saluran swivel joint untuk Travel Motor RH & LH tidak sama.
CXLIII. Flow rate pump untuk Travel Motor RH & LH tidak sama.
CXLIV.Adjustment lever travel LH & RH tidak sama.          

CXLV.  Swing Speed Lambat disebabkan Oleh :
CXLVI.Adjustment PPC untuk swing terlalu longgar.
CXLVII.               Internal leakage Swing Motor besar.
CXLVIII.              Internal leakage spool swing besar.
CXLIX.Setting safety valve untuk swing terlalu rendah.

CL.        Starting Motor tidak bisa berputar saat starting Switch dari posisi “OFF” diputar ke posisi start disebabkan oleh
CLI.       SG pada battery rendah.
CLII.      Starting Motor rusak.
CLIII.    Battery relay rusak.
CLIV.    Starting switch rusak.
CLV.     Fuse link putus.
CLVI.    Safety relay rusak.
CLVII.  Lihat wiring diagram.

CLVIII. Engine Oil Pressure Monitor Panel tidak mau mati ketika Engine posisi “Idle” disebabkan oleh :
CLIX.    Oil pressure switch jamed tertutup.
CLX.     Tekanan oil engine terlalu rendah.
CLXI.    Oil Engine kurang.
CLXII.  Strainer oil engine buntu.
CLXIII. Terjadi short pada wiring untuk oil pressure monitor.

CLXIV.Pada PART  INVENTORY


CLXV.  Periodical Replacement Part  yaitu :
1.     Item-item yang secara periodik diganti seperti yang tertulis di buku operation and maintenance manual.
2.     Contohnya : Filter elements (full flow, fuel, by-pass, corrosion, air cleaner, transmission, steering, hydraulic oil dan sebagainya.

CLXVI.Consumable parts yaitu :
CLXVII.               Item-item yang harus diganti karena rusak diapakai.
1.     Contohnya:
CLXVIII.              Parts yang berhubungan dengan perlengkapan earth-moving seperti blade dan bucket (teeth, cutting edges, end bits, ripper point, bolt dan nut).
CLXIX.Parts yang berhubungan dengan undercarriages (shoe assemblies, link assemblies, carrier roller assemblies dan beserta komponen-komponen partnya seperti segment teeth, final drives dan wear guards).
CLXX.  Carbon brushes, brake dan clutch disc linnings brake pads, rivets (termasuk KES items) dsb.
1.     Atau  Item - item  yang tidak rusak dipakai akan tetapi relatif secara periodik diganti (biasanya item yang berhubungan dengan electrical system).
2.     Contohnya: Fuse, bola lampu, V-belts dan sebagainya.

CLXXI.Vital Parts yaitu :
CLXXII.               Item-item yang harus diganti karena materialnya sudah tua atau membutuhkan ukuran yang tepat.
1.     Contohnya: Gears, bearings, shafts, pins, rods, springs, bushings, cylinder heads, valves, liners, pistons, batteries dan sebagainya.
CLXXIII.              Item-item yang membutuhkan tahan uji atau dengan ratio tahan uji atau dengan ratio tahan uji lebih dari 0,9 pada 15.000 jam operasi (20.000 jam kerja untuk dump truck).
CLXXIV.             Item yang mana kalau rusak tidak mesti diganti seperti componen part yang di las.
1.     Contohnya: Cases, cover, brackets, main frames, track frames dan sebagainya.

CLXXV.              Losable parts yaitu :
CLXXVI.             Item-item yang sangat rendah ratio kerusakannya tetapi dapat hilang dalam operasi unit atau proses repair.
1.     Contohnya : Starting key, radiator caps, fuel caps, hydraulic oil tank caps dan sebagainya.

CLXXVII.            Injurable parts yaitu :
CLXXVIII.          Item yang sangat rendah ratio penggantinya, tetapi sangat tinggi resiko rusaknya selama operasi atau transportasi dari unit tersebut.
1.     Contohnya : Mirrors, window glass, lamps (termasuk KES items) dan sebagainya.
CLXXIX.             Item yang sudah menjadi sifatnya dan juga sangat tinggi kemungkinan, rusaknya selama operasi atau transportasi dari unit tersebut.
1.     Contohnya : Hoses (termasuk KES items) pipings dsb.

CLXXX.              Unreusable parts yaitu :
1.     Item-item yang harus diganti pada proses reasembling setelah overhoul.
2.     Contohnya : Gasket, shims, oil seal, rings, gasket kit, O-ring (termasuk KES item) dust seals dan sebagainya.

CLXXXI.             Common parts yaitu :
CLXXXII.            KES item tetapi tidak termasuk kode 1 s/d 6 seperti diatas (Parts yang umum).
1.     Contohnya : Bolt, nuts, washers, nipples, elbows, studs  dan sebagainya.

CLXXXIII.          Parts Asemblies yaitu :
CLXXXIV.          Parts assemblies ini tidak termasuk kode 1 s/d 7 seperti diatas.
1.     Contohnya : Water pumps, generators, alternator, starters, transmissions, torque converters, hydraulic pumps, cylinder valves, turbochargers dan sebagainya.




2 comments:

  1. ini kan self learning nya bwt training mekanik d UT jakarta

    ReplyDelete

Follow by Email